Archive | December 2014

Our First ever Bazaar…Namaste Festival

We are here

We are here


Never crossed in our mind to join bazaar until a friend of ours popped up the question. So then we asked ourselves, why not??

Diajak ikutan bazaar di Namaste Festival nya udah dari beberapa bulan lalu, tapi persiapannya bener2 baru di beberapa minggu terakhir. Malah banyakan semakin mepet di H-7.

Berhubung baru sekali, alhasil kita ga punya persiapan apapun. Not even any single clue what to prepare. Walhasil kita hanya siapin apa yang terlintas di pikiran kita berdua.

“Kita butuh papan tulis, buat nulis menu” Kemudian dicatat.

“Nanti nasi nya ditaroh mana?”, “Kompor pinjem ke siapa?” and many many other things yang serabutan kita omongin.

Dengan percaya bahwa when we plan something good, then the universe will lead the way. Mestakung kalo kata orang. Semesta Mendukung. Pelan-pelan akhirnya satu persatu mulai dikumpulin. Dari mulai papan tulis kapur untuk menu, kompor kecil untuk manasin makanan sampai ke taplak untuk meja booth. Kayak udah ada jalannya.

Day 1.

Then came the D Day, Namaste Festival. Kita udah sampai dari jam 7 pagi. Agak deg2an, dengan ketakutan2 tanpa alasan. “What if they don’t like our food”, “kalo sisa dikemanain?”. Sebelum tersadar, this is not an ambitious project. Niat kita ikut bazaar adalah untuk cari pengalaman sekaligus berbagi tentang makanan vegan.

Ada yang pas tahu proteinnya dari nabati langsung skeptical, bahwa ga enak. Ada yang malah penasaran. Ada juga yang ga peduli. Pokoknya abis yoga mereka kelaperan, and they want food. Hahaha….

Alhamdulillah jam 1 siang, makanan kita udah sold out.

Day 2.

Learning dari Day 1, ternyata tenant lain ga segitu paginya. Jadi kita datang lebih siang. Dengan menu yang berbeda. Oiya, Day 1 kita bawa Nasi Timbel dan Sate. Hari kedua ini kita mau coba dengan Nasi Gurih dan Bakwan Malang. Agak tersendat sedikit, mungkin karena hari panas terik dan kita bawa makanan yang agak panas juga. But it all went well juga. 15.30 makanan kita udah sold out. Day 2 done!

Day 3.

Semakin hari semakin siang!! Hahaha…tapi hari ini kita lebih santai. Menu Sate dan Nasi Bali. Why back with Satay, karna banyak ditanyain di hari kedua. Plus kita anggap itu makanan yang praktis, bisa dimakan kapanpun dan cukup mengenyangkan.

Lagi-lagi ada aja yang nanyain menu di hari sebelumnya. It was a very good feeling to know people were noticing you and they curious to try our food. Bikin semangat 🙂

Di hari ketiga ini kita kenalan dengan satu tenant sesama vegan. Bedanya mereka lebih ke arah raw and semi raw vegan. We tried their food and it was awesome. They even gave us a bottle of their homemade vegan cheese and invite us to their house. Yeeaaayyyy……

Alhamdulillah lagi, hari terakhir kembali lancar. 13.15 makanan kita sudah sold out. Bahkan ada beberapa yang beli kemudian nitip karena takut kehabisan.

In the end, we don’t have much profit but we gained a lot than that. We got friends, people that know deGoodFood more and like us, and more than that, we got experience with many learnings.

Ibarat cinta pertama, pengalaman pertama juga selalu berkesan dan akan selalu punya kenangan tersendiri.

Namaste 🙂

Advertisements