Dibalik segelas susu…

dibalik susu sapi

Sapi perah dijagal untuk dagingnya ketika mereka berusia 5 sampai 6 tahun. Di alam bebas mereka hidup selama 25-30 tahun.

Sapi-sapi betina dibuat hamil setiap tahun agar mereka selalu memproduksi susu.

Di alam bebas seekor anak sapi akan menyusu selama hampir satu tahun, tetapi industri susu akan memindahkan anak sapi segera setelah kelahirannya. Para ibu, yang penuh dengan instink keibuan, merasakan kehilangan anak-anak mereka dari tahun ke tahun.

Sebagian anak sapi segera dijagal untuk makanan binatang peliharaan, dan rennet dari lambung mereka digunakan dalam pembuatan keju. Sebagian dibesarkan untuk dijadikan mesin penghasil susu, persis seperti ibu-ibu mereka. Sebagian lagi, digemukkan sebagai penghasil daging sapi, dijagal pada usia 11 bulan – sering tanpa pernah melihat rumput. Yang paling tidak beruntung diantara yang tidak beruntung dijadwalkan untuk menghasilkan ‘veal’ dan menghabiskan hidup yang singkat dan tidak alami di kandang-kandang kecil dengan susu tanpa zat besi sebagai makanannya agar mereka menghasilkan daging putih.

Sapi-sapi perah diberi hormon dan antibiotik dalam dosis besar untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi susu, dan mencegah infeksi. Banyak dari obat-obatan ini menambah kecemaran produk-produk susu.

Karena pemberian obat-obatan, sapi-sapi memproduksi susu 10 hingga 20 kali produksi susu normal mereka. Hal ini mengakibatkan ketidaknyamanan yang luarbiasa bagi sapi-sapi betina ini: ambing mereka menjadi sangat besar, sering terinfeksi, dan mereka menjadi tidak stabil karena berat tambahan pada kaki-kaki belakang mereka. Banyak darah dan nanah dari ambing yang terinfeksi masuk ke dalam susu.

Produk-produk susu mengandung banyak kolesterol dan lemak jenuh, yang dianggap sebagai penyebab utama penyakit jantung. 50% dari orang yang mengkonsumsi produk-produk hewani meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan dengan hanya 4% dari orang yang tidak mengkonsumsi.

Susu telah terlihat bertanggungjawab atas banyaknya gangguan pencernaan, kulit dan masalah-masalah lainnya

Sumber: http://www.vegan-vegetarian-info.com/2010/08/dibalik-segelas-susu.html

Advertisements

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: